Saturday, June 16, 2012

Sejarah BIS BEJEU


Dari Kayu Glondongan hingga Black Bus Community

Print
Seluruh anggota keluarga terlibat dalam kegiatan usaha kecuali yang wanita.
Pernahkah anda melihat bus dengan nuansa warna hitam mengkilat ? Bahkan hingga berbayang dengan obyek yang ada di sekitarnya. Tidak banyak Perusahaan Otobus (PO) memberi warna hitam pada armada busnya. Tidak lain adalah sebuah perusahaan bus dari daerah di Indonesia yang terkenal dengan produk furnitur dan ukirannya yaitu PO Bejeu dari Jepara, Jawa Tengah.
bejeuA4
bejeuA4
PO Bejeu yang awalnya hanya melayani charter armada saja, saat ini telah hadir juga untuk melayani trayek AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) khusus melayani jalur Jepara – Jakarta sejak Juli tahun 2007. Itu pun masih terbatas hanya untuk jurusan Pulogadung, Jakarta.
Dengan ciri armada berwarna hitam, plus slogan Black Bus Community tampaknya kehadiran Bejeu cukup menarik perhatian para pengguna transportasi khususnya penglaju jalur Jepara – Jakarta. Fasilitas armadanya cukup kompetitif mulai dari fasilitas Air Conditionedreclining seat, televisi dan LCD, toilet serta smooking area. Yang paling menarik adalah untuk layanan bus malamnya. Para penumpang akan diberikan snack roti bermerek Bejeu karena memang buatan bakery Bejeu selain tentunya service makan cuma-cuma di rumah makan mitra PO Bejeu. 


Jumlah armada Bejeu saat ini sebanyak 11 unit untuk melayani jasa bus antarkota dan bus pariwisata. Selain itu Bejeu juga memiliki armada mikro yang digunakan untuk travel Jepara – Semarang sebanyak 4 unit yang beroperasi menggunakan Isuzu Elf dan Mitsubhisi Colt Diesel. Armada travel ini juga berwarna hitam. Warna yang menjadi ciri khas Bejeu.
Kendaraan truk besar jenis Hino dan fuso sebanyak 12 unit dan truk colt diesel sebanyak 3 unit pun melengkapi dunia transportasi Bejeu. Kesemuanya digunakan untuk mengangkut gelondongan kayu dan bongkotannya hasil dari pelelangan untuk dipasok ke para pengrajin ukiran khususnya di Jepara.
”Awalnya saya ini usaha dagang bongkotan kayu jati hasil lelang sejak tahun 1989 yang kemudian jadi nama usaha dagang saya yakni BJU singkatan dari Bongkotan Jati Utama. Untuk menambah perputaran dana usaha, saya lantas mencoba berbisnis transportasi dimulai dari armada Isuzu Bison, baru pada tahun 2003 beli bus besar hasil ikut lelang bus bekas Big Bird di Jakarta,” demikian dituturkan H. Rofi’udin SE, pendiri sekaligus pemilik BJU.
Ricky Bejeu
Ricky Bejeu
”Ngurus bus sebenarnya capek tapi juga senang karena penuh tantangan. Karena dasarnya memang hobi,” demikian diungkapkan lebih lanjut adik bungsunya H. Rifky Muslim sambil senyum. Banyak hal yang harus diperhatikan dan disiapkan oleh perusahaan otobus. Selain kondisi armada yang harus selalu bagus dan prima juga masalah persaingan usaha khususnya di kota Jepara yang notabene margin keuntungan usaha transportasi bus masih relatif kecil, tapi justru disitulah seninya, ujarnya sambil tersenyum lebar.
Untuk mengoperasikan armada bus Bejeu semua keluarga ikut terlibat dalam kegiatan operasional. Masing-masing dibagi-bagi tugas dan peranannya. ”Gambar sembilan bintang di armada bus Bejeu melambangkan jumlah keluarga yang terlibat dalam bisnis Bejeu” demikian penjelasan dari Rifky bungsu dari 11 bersaudara.
Nama Bejeu sebenarnya anonim dengan BJU. ”Agar lebih enak diucapkan ditambahkanlah dua huruf ’e’ dan menjadi lebih berkesan sebuah kata” papar Rifky. ”Namun ada juga yang mengartikannya ”bejo” yang dalam bahasa Jawa bermakna mujur. Mudah-mudahan bisnis keluarga saya bisa seperti itu,” ucapnya sambil tertawa lebar.
Menurut Rifky ide pemilihan warna hitam sebenarnya hanya untuk menjadi ciri khas dan tampil berbeda saja. Sempat juga ragu-ragu karena jarang ada yang memilih warna hitam untuk armada bus namun tampaknya beberapa anggota keluarga setuju jadilah warna hitam ciri Bejeu. ”Namun hati kami tidak hitam lho !!” tutur Rifky.

www.foto2-bis.blogspot.com


1 comment:

Azam Lutfiyanto said...

Mas Rifky, saya mau buka agen bus Bejeu di Daerah Pasar Demak, mohon diijinkan, Azam Lutfiyanto